Natesh Sanitary Pads & Pantyliners

This slideshow requires JavaScript.

Natesh Sanitary Pads & Pantyliners Tetap Menjadi Kebanggaan dan Terpercaya Melindungi Kewanitaan Wanita Indonesia.

Paket Natesh Sanitary Pads & Pantyliners, Red Ginger Tea, dan KK Balm, dari Produk Perusahaan Kangzen Kenko Indonesia Segera Meluncur ke Kota Purwakarta, Karawang, Jatinangor, Bogor, Sumedang.

Bagaimana dengan Kota Anda ???
Sudahkah menggunakan produk Natesh Sanitary Pads & Pantyliners dan berbagai produk Kangzen Kenko Indonesia ???
—————————————————
[ Solusi Berbagai Masalah Kewanitaan Anda ]

Untuk kalian para ladies yang sedang berhalangan (haid), haid dan keputihan abnormal, serta punya masalah kesehatan kewanitaan !!

Tahukah Anda ?
Salah memilih pembalut dapat menyebabkan dan memperparah berbagai masalah organ intim dan reproduksi wanita seperti :
– Kanker serviks
– Kanker uterus
– Keputihan
– Ambeien / Hemoroid
– Nyeri haid berlebihan
– Gatal daerah kewanitaan
– Darah haid berlebih (Abnormal)
– Kanker ovarium
– Kanker payudara
– Kista
– Mioma
– Endometriosis
– Kemandulan
– Infeksi saluran kemih
– Haid tidak teratur, dll

Faktanya, banyak Pembalut dan Pantyliner yang terbuat dari bahan baku daur ulang seperti kertas bekas (mengadung dioksin/ pemutih).

Jangan pernah ambil resiko untuk kesehatan anda ! Pastikan gunakan pembalut dan pantyliner yang BEBAS DIOKSIN, selamanya !

Pembalut dan Pantyliner apa yg aman digunakan ??? . . .

Natesh Sanitary Pads & Pantyliners, terpercaya melindungi kewanitaan Anda. Satu-satunya Pembalut / Pantyliner bebas dioksin, steril, yang mengandung nano silver. Terbuat dari bahan baku bermutu yg aman, dan higienis. Para wanita tidak perlu khawatir memakainya, karena Natesh Sanitary Pads & Pantyliner sangat higienis & bebas bakteri berbahaya.

Mengapa semua wanita harus pakai NATESH ???
1. Free Dioksin
2. Nano Silver
3. Anion (7.200pcs/cm3-tertinggi saat ini)
4. Far Infra Red
5. Herbal menthol yang menyejukkan
6. Sangat tipis (<1 mm)
7. Daya serap 3-5x pembalut biasa
8. Nyaman dan higienis

Manfaat pembalut dan pantyliner NATESH
1. Mengandung senyawa pembunuh kuman nano silver (ukuran 1 nm, bahkan lebih kecil dari virus HPV yang berukuran 45 – 55 nm) sehingga melindungi organ intim wanita bagian luar dari infeksi, jamur, bakteri, virus dan parasit lain yang berbahaya bagi organ intim.
2. Menyerap dan mengikat kuat darah haid sehingga terasa tetap kering saat menggunakan pembalut, serta mencegah dan membantu mengatasi gatal gatal.
3. Breathable yaitu dapat menjaga suhu di dalam dan diluar pembalut tetap sama sehingga tidak menyebabkan lembab dalam pembalut dan pantyliner (mencegah iritasi dan keputihan).
4. Membantu melancarkan sirkulasi darah di seputar organintim dan reproduksi.
5. Meringankan stress emosional, nyeri pinggang terutama di saat haid atau menjelang menopause.
6. Mencegah dan membantu meringankan wasir/hemoroid.
7. Melancarkan dan menuntaskan haid.
8. Mengandung herbal yang akan mencegah/mengurangi bau organ intim yang tidak sedap.

Panty : Rp.29.000,- (isi 20) = 152 mm
Day : Rp.35.000,- (isi 10) = 245 mm
Night : Rp.42.000,- (isi 10) = 290 mm

Beli 6 Gratis 1

Informasi Lebih Lanjut Hubungi :
Tlpn/ WA : 085773402596
Line : widhiaritajuniatmaja
BBM : 57CEAB2A
Line@ : @bib4095s

http://line.me/ti/p/%40bib4095s

Bagaimana seharusnya perawat islam memandang aborsi ?

cropped-nurses-garis216374123061f62ea8f4567249204a5ae9765c6fa

indedr5dokter12

Kasus aborsi merupakan sebuah dilema bagi seorang perawat Islam. Karena profesi keperawatan mewajibkan anggota profesinya untuk melindungi klien dalam usaha advokasi. Dalam kasus ini, klien yang dimiliki oleh seorang perawat adalah ibu dan janinnya. Dalam beberapa kejadian, dapat ditemukan kasus yang mengharuskan perawat atau tenaga kesehatan lainnya untuk menggugurkan janin dalam upaya penyelamatan nyawa ibunya. Jadi, meskipun aborsi dilarang oleh agama namun perlu ada pengecualian bagi kasus-kasus tertentu, karena walaupun menghilangkan nyawa satu janin dapat menghilangkan satu generasi namun sebagai seorang perawat Islam, kita tidak dapat mengabaikan risiko yang dapat menyebabkan kematian ibu beserta janinnya.

dr

Sebagai seorang perawat muslim pasti mengetahui bahwa agama Islam sangat menjunjung tinggi kesucian kehidupan dan membunuh berarti melakukan tindakan kriminal. Di dalam agama Islam, setiap tingkah laku kita terhadap nyawa orang lain, memiliki dampak yang sangat besar. Jenis aborsi yang dilakukan dengan tujuan menghentikan kehidupan bayi dalam kandungan tanpa alasan medis dikenal dengan istilah “abortus provokatus kriminalis” yang merupakan tindakan kriminal. Memang tidak semua aborsi merupakan perbuatan yang bertentangan dengan agama, moral dan kemanusiaan dengan kata lain tidak semua aborsi merupakan kejahatan. Misalnya, Aborsi yang terjadi secara spontan akibat kelainan fisik pada perempuan (Ibu dari janin) atau akibat penyakit biomedis internal. Berbeda dengan aborsi yang dilakukan akibat campur tangan manusia, yang jelas-jelas merupakan tindakan yang “menggugurkan” yakni, perbuatan yang dengan sengaja membuat gugurnya janin.

cropped-dokter-10     Dalam hal ini tentu perawat islam tahu bahwa aborsi yang dilakukan secara sembarangan sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil bahkan sampai berakibat pada kematian. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh perawat islam dalam menghadapi masalah aborsi ini, diantaranya yaitu :

  1. Menolak secara baik-baik apabila ada yang ingin melakukan aborsi
  2. Berikan penjelasan bahwa aborsi itu haram di lakukan kecuali ada alasan tertentu yang bisa membolehkan
  3. Beritahukan bahwa bayi yang akan di aborsi itu sungguh sangat berharga dan tidak berdosa
  4. Jelaskan apa akibat seseorang apabila melakukan aborsi dan apa dampak dia di kemudian hari.aborted-baby

 

Bagaimana Hukum Menggugurkan Kandungan bagi Kehamilan di Luar Nikah

stop-abortion

     Dalam hal ini, terlebih dahulu kita melihat penyebab dari kehamilan tersebut. Pada kasus ini, kehamilan di luar pernikahan sudah jelas haram dan tergolong kepada zina. Naah, dari awal pembentukannya saja sudah haram, otomatis seseorang yang melakukan aborsi dengan kondisi hamil di luar nikah merupakan suatu keadaan yang tidak diinginkan.

Menggugurkan kandungan atau membuat janin dalam rahim mati merupakan tindakan yang melanggar hukum dan moral. Salah satu faktor yang menjadi alasan wanita melakukan aborsi adalah hamil di luar pernikahan. Tindakan tersebut berawal dari remaja yang melakukan pergaulan bebas tanpa mengetahui dampak pergaulan bebas dan sedikit yang memahami dan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Hamil di luar nikah merupakan aib bagi dirinya maupun keluarganya. Masyarakat mengganggap bahwa anak haram dari hasil kehamilan sebelum pernikahan tidak dapat diterima di dunia. Oleh karena tekanan seperti itu, wanita hamil mengambil tindakan untuk menghapus atau mengakhiri yang mejadi penyebab aib/ pandangan tersebut, yaitu dengan cara melakukan aborsi.

materi-remaja-be-a-great-leader-by-dakwahremaja-11-638

  • Menurut Undang-Undang, Sanksi pidana bagi pelaku aborsi diatur dalamPasal 194 UU Kesehatan yang berbunyi;

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2)dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.”

  • Menurut hukum Islam,

Berdasarkan dalil-dalil pada Al;Qur’an, maka aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan, sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam.

Akan tetapi menurut pendapat Abdul Qadim Zallum (1998) dan Abdurrahman Al Baghdadi (1998), hukum syara’ yang lebih rajih (kuat) adalah sebagai berikut. Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari, atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin, maka hukumnya haram. Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniupan ruh ke dalam janin. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari, maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. Dalil syar’i yang menunjukkan bahwa aborsi haram bila usia janin 40 hari atau 40 malam adalah hadits Nabi SAW berikut :

Jika nutfah (gumpalan darah) telah lewat empat puluh dua malam, maka Allah mengutus seorang malaikat padanya, lalu dia membentuk nutfah tersebut; dia membuat pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulang belulangnya. Lalu malaikat  itu bertanya (kepada Allah),’Ya Tuhanku, apakah dia (akan Engkau tetapkan) menjadi laki-laki atau perempuan ?’ Maka Allah kemudian memberi keputusan…” (HR. Muslim dari Ibnu Mas’ud RA)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda :

“(jika nutfah telah lewat) empat puluh malam…”
Hadits di atas menunjukkan bahwa permulaan penciptaan janin dan penampakan anggota-anggota tubuhnya, adalah sete¬lah melewati 40 atau 42 malam. Dengan demikian, penganiayaan terhadapnya adalah suatu penganiayaan terhadap janin yang sudah mempunyai tanda-tanda sebagai manusia yang terpelihara darahnya (ma’shumud dam). Tindakan penganiayaan tersebut merupakan pembunuhan terhadapnya.

mqdefault

      Dalam ajaran islam, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menganjurkan aborsi. Bahkan dalam kasus hamil di luar nikah sekalipun, Nabi sangat menjunjung tinggi kehidupan. Hamil di luar nikah berarti hasil perbuatan zinah. Hukum Islam sangat tegas terhadap para pelaku zinah. Akan tetapi Nabi Muhammad SAW seperti dikisahkan dalam Kitab Al-Hudud tidak memerintahkan seorang wanita yang hamil diluar nikah untuk menggugurkan kandungannya.

Datanglah kepadanya (Nabi yang suci) seorang wanita dari Ghamid dan berkata,”Utusan Allah, aku telah berzina, sucikanlah aku.”. Dia (Nabi yang suci) menampiknya. Esok harinya dia berkata,”Utusan Allah, mengapa engkau menampikku? Mungkin engkau menampikku seperti engkau menampik Ma’is. Demi Allah, aku telah hamil.” Nabi berkata,”Baiklah jika kamu bersikeras, maka pergilah sampai anak itu lahir.” Ketika wanita itu melahirkan datang bersama anaknya (terbungkus) kain buruk dan berkata,”Inilah anak yang kulahirkan.”

Aborsi 1

 

Jadi, hadis ini menceritakan bahwa walaupun kehamilan itu terjadi karena zina (diluar nikah) tetap janin itu harus dipertahankan sampai waktunya tiba. Bukan dibunuh secara keji.

Pengertian Aborsi

Apa yang dimaksud dengan Aborsi ?

aborsiaborsi1


Aborsi berasal dari bahasa latin Abortus provocatus yang artinya pengguguran janin secara sengaja. Aborsi atau Abortus provocatus adalah dikeluarkannya janin dari rahim sebelum waktunya (Kusmariyanto, 2002: 203). Pengertian itu dimaksudnya bahwa keluarnya janin secara sengaja dengan melibatkan tangan manusia dapat melalui beberapa cara, seperti mekanik, obat atau yang lainnya.

Di kalangan ahli kedokteran dikenal dua macam abortus (keguguran kandungan) yakni abortus spontan dan abortus buatan. Abortus spontan merupakan mekanisme alamiah yang menyebabkan terhentinya proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu. Penyebabnya dapat oleh karena penyakit yang diderita si ibu ataupun sebab-sebab lain yang pada umumnya berhubungan dengan kelainan pada sistem reproduksi. Sedangkan abortus buatan merupakan suatu upaya yang disengaja untuk menghentikan proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu, ketika janin (hasil konsepsi) yang dikeluarkan tidak bisa bertahan hidup di dunia luar.

Pengertian aborsi atau Abortus provocatus menurut rumusan pasal 346 kitab Undang-Undang Hukum Pidana adalah “Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara maksimal empat tahun”. Dalam Pasal 346 kitab Undang-Undang Hukum pidana dapat diartikan bahwa tindakan aborsi dapat mengancam wanita yang sengaja menggugurkan kandungannya, wanita yang menyuruh orang lain untuk membuat kandungannya gugur, dan orang lain yang disuruh untuk membuat kandungannya gugur, terancam untuk di pidana empat tahun penjara.

jjj

Beberapa istilah untuk menyebut keluarnya konsepsi atau pembuahan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang biasa disebut aborsi (Soekanto, 1989, dikutip oleh Ekotama, 2001), di antaranya:

  1. Abortion criminalis, yaitu pengguguran kandungan secara bertentangan dengan hukum
  2. Abortion Eugenic, yaitu pengguguran kandungan untuk mendapat keturunan yang baik
  3. Abortion induced provoked provocatus, yaitu pengguguran kandungan karena disengaja
  4. Abortion Natural, yaitu pengguguran kandungan secara alamiah
  5. Abortion Spontaneous, yaitu pengguguran kandungan secara tidak disengaja
  6. Abortion Therapeutic, yaitu pengguguran kandungan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan sang ibu.abortionposter4

Menurut KUHP

  • Pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadium perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu)
  • Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan (berat kurang dari 500 gram atau kurang dari 20 minggu). Dari segi medikolegal maka istilah abortus, keguguran, dan kelahiran prematur mempunyai arti yang sama dan menunjukan pengeluaran janin sebelum usia kehamilan yang cukup.

Menurut UU Kesehatan Nomor 23/1992 pasal 15

Disebutkan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Maksud dari kalimat ‘tindakan medis tertentu’ salah satunya adalah aborsi.

Definisi aborsi menurut undang-undang yang berlaku di Indonesia

  • Pengertian aborsi menurut undang-undang Hukum Pidana/ KUHP di Indonesia :
  1. Pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadiun perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu)
  2. Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (berat kurang dari 500 gr atau kurang dari 20 minggu). Dari segi medikolegal maka istilah abortus, keguguran, dan kelahiran prematur mempunyai arti yang sama dan menunjukan pengeluaran janin sebelum usia yang cukup.
  •  Pengertian aborsi menurut Undang-Undang kesehatan :
    Pada pasal 15 ayat 1 UU Kesehatan No 23/1992 disebutkan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu, maksud dari tindakan tertentu salah satunya adalah aborsi.
  • lll
 REFERENSI
Airana, Desi. 2011. Penerapan Hukum Tindakan Aborsi yang Dilakukan Oleh Tenaga Medik Maupun Non Medik. http://hukum.kompasiana.com/2011/01/05/penerapan-hukum-tindakan-aborsi-yang-dilakukan-oleh-tenaga-medik-maupun-non-medik-330601.html [diunduh pada tanggal 9 Juni 2015]

Anonim. 2011. HIKMAH LARANGAN MELAKUKAN ABORSI http://www.alsofwah.or.id/cetakmujizat.php?id=187 [diunduh pada tanggal 9 Juni 2015]

Anonim. Tanpa tahun. Agama dan Aborsi. http://www.aborsi.org/agama-aborsi.htm [diunduh pada tanggal 9 Juni 2015]

Pramesti, Tri Jata Ayu. 2014. Legalitas Aborsi dan Hak Korban Pemerkosaan. http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt53e83426ce020/legalitas-aborsi-dan-hak-korban-pemerkosaan [diunduh pada tanggal 9 Juni 2015]

http://almanhaj.or.id/